Bertindak nyata untuk membangun Bali

SULUH BALI, Denpasar – Ingin terlibat aktif dan bertindak nyata untuk membangun Bali, puluhan anak-anak muda lintas kampus akhirnya tergabung dalam sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Dana Abadi Bali. Berbagai bentuk kegiatan telah pula mereka lakukan, termasuk mengembangkan usaha Bakso Celeng.

“Di dalam pandangan kami sebagai anak-anak muda, dana abadi Bali yang sesungguhnya itu adalah asset sumber daya manusia yang unggul. Sehingga keberadaan yayasan ini adalah untuk bagaimana mengajak generasi muda yang memang benar-benar punya potensi untuk bisa mengembangkan dirinya sesuai kemampuannya masing-masing dan dipersembahkan untuk Bali,” urai I Wayan Suantika, SH, M.hub.Int selaku ketua yayasan, usai menghadiri simakrama Gubernur, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur, Renon, Sabtu (28/5/2016).

Saat itu ia bersama rombongan anggota yayasan, menyampaikan berbagai kegiatan yang sudah mereka laksanakan, termasuk rencana kegiatan ke depan untuk ikut berpasrtisipasi dalam membangunan Bali. “Kita sudah kolaborasi dengan Disdikpora kita adakan kegiatan lomba foto selfie dan catatan kisah inspiratif guruku inspirasiku, kemudian habis itu sudah kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Bali, Kita sudah ada pelatihan-pelatihan dan juga kita sudah memanajemen usaha Bakso Celeng. Yang 10 persennya itu keuntungannya dipersembahkan kepada yayasan. Nanti digulirkan lagi untuk program-program beasiswa ke depan,” paparnya.

Ia yang ngaku rumahnya berdekatan dengan lokasi Sekolah Bali Mandara ini, menyatakan apresiasinya atas keberadaan sekolah Bali Mandara. Sebagai lembaga pendidikan yang menampung siswa dari keluarga miskin namun punya prestasi. Menurutnya, dulu sekolah yang berdiri disana keberadaannya sangat terbengkalai. Namun kini, setelah berdiri sekolah Bali Mandara menurutnya telah mampu jadi kebanggaan. Begitu pula prestasi yang ditunjukkan anak-anak didiknya tak kalah membanggakan.

Saat itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menaggapi sekaligus memberi apresiasi dan dukungan terhadap komitment dan berbagai kegiatan yang telah dan akan dilakukan oleh anak-anak muda lintas kampus yang tergabung dalam Yayasan Dana Abadi Bali ini.

“Kami berangkat dari sebuah niat kami untuk bersama-sama terlibat secara aktif untuk membangun Bali. Dalam bentuk nyata. Karena kalau kita bergerak di jalan-jalan mungkin kan ya tidak ada badan hukum jadi mungkin kurang bisa dipertanggung-jawabkan, kurang bisa diterima dengan birokrasi yang sekarang. Kita bentuk badan hukum kemudian kita dirikan. Ini adalah adalah wadah riil sehingga bisa nantinya bersinergi berkolaborasi dalam berbagai kegiatan nyata untuk membangun Bali,” tambah jebolan Universitas Airlangga ini.

Ia juga sampaikan kalau yayasan dan kegiatan-kegiatan yang mereka laksanakan murni sebagai bentuk idealisme anak-anak muda. “Kita nggak ada afiliasi kegiatan dengan politik. Spirit kami, kita murni anak-anak muda ini kita tidak terafiliasi politik manapun. Yang penting berbagai golongan, kita artinya visi untuk Bali ini berjalan ya sudah. Bahwa artinya kita hadirpun ke tokoh-tokoh kita menegaskan, bahwa kami anak-anak muda masih murni,” tandasnya.

Ia sampaikan, kini yayasan yang sekretariatnya di Dinas Kebudayaan Bali ini sudah beranggotakan 60 orang yang tergabung dari 10 komunitas. Mereka berasal dari lintas kampus, yang ada di Bali dan yang kuliah diluar Bali ikut masuk di kepengurusan. (SB-Rk)

© COPYRIGHT DANA ABADI BALI 2015