Generasi Muda Diminta Kuasai Sektor UKM di Bali

Foto:  Penyerahan donasi oleh owner Bakso Celeng 100% Haram kepada Yayasan Dana Abadi Bali, di sela-sela kelas inspirasi bisnis, di Rumah Pintar Kota Denpasar, Sabtu (27/2).

 

Generasi Muda Diminta Kuasai Sektor UKM di Bali

 

Saat ini, banyak anak muda Bali yang bekerja keluar Bali. Sedangkan peluang kerja di Bali malah banyak yang diambil orang luar (pendatang). Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan sektor yang kini banyak dikuasai pendatang. Diperlukan gerakan nyata membangun wirausaha-wirausaha muda Bali di bidang UKM untuk dapat bersaing dengan kompetitor luar.

 

Demikian disampaikan Ketua Umum Yayasan Dana Abadi Bali, I Wayan Suantika, pada Acara Kelas Inspirasi Bisnis di Rumah Pintar Kota Denpasar, Sabtu (27/2). Suantika mengatakan, Yayasan Dana Abadi Bali bersama Pro Bali Management, berkomitmen membangun wirausaha-wirausaha muda Bali dengan dukungan modal dari para investor  sosial yang pro Bali. Mengawali gerakan ini, pihaknya telah membangun kerjasama dengan Bakso Celeng 100% Haram. Bisnis ini dijalankan dengan sistem waralaba. Keuntungan yang diperoleh, selain untuk investor, juga ada bagian yang menjadi hak yayasan ini.

 

“Sesuai nama yayasan, kami mempunyai target supaya Bali memiliki dana abadi. Melalaui komunitas Muda Pro Bali ke depan kita akan bergerak dengan 200 anak muda. Kami bukanlah siapa-siapa, tapi kami selalu siap mengisi diri dan bersama membangun Bali,” ujar Suantika seraya menambahkan yayasan ini memiliki 10 komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, lingkungan, kemanusiaan, kebudayaan, dan keagamaan.

 

Kelas inspirasi bisnis ini mengusung tema Gerak Nyata Pelaku UKM untuk Eksis di Tanahnya Sendiri Menginjak MEA 2016.  Ketua Panitia, Inggi Indrayana Kendran, mengatakan, kelas inspirasi bisnis ini bertujuan untuk membangkitkan semangat wirausaha generasi muda Bali. Hal ini dinilai sangat penting mengingat potensi ekonomi besar yang ada di Bali, namun belum terkelola dengan optimal oleh orang Bali. Apalagi kini sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga generasi muda Bali mesti bergerak aktif agar bisa menguasai  persaingan.

 

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 anak muda Bali, dominan adalah mahasiswa dan pelajar. Dalam kegiatan ini, sekaligus dilakukan penandatanganan MoU (kerjasama) antara investor sosial, Pro Bali Management, Yayasan Dana Abadi Bali, dan pemilik usaha Bakso Celeng 100% Haram. Ada lima orang investor sosial yang sudah bergabung dalam gerakan ini. Mereka adalah Andre Simanjuntak, Putu Swesty Prahayani, Nyoman Sukarini, I Putu Mayun Eka Atmaja, dan I Ketut Warastu Pala.

 

Penandatanganan MoU disasikan Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali yang diwakili Ketut Rai Sukerta. Rai Sukerta mengingatkan, untuk bisa menjadi tuan rumah, anak muda Bali jangan malu, jangan minder, dan tidak sombong. Untuk memenangkan kompetisi, seorang wirausaha harus selalu lebih maju dan berada di depan. “Pada saat mereka sedang tidur kita sudah harus bangun. Pada saat mereka bangun, kita harus sudah berjalan. Apabila mereka sudah berjalan, kita harus sudah berlari,” pesannya. (sumber: POS BALI)

© COPYRIGHT DANA ABADI BALI 2015