Ketika Anak Muda Bali Bergerak Bersama: Dirikan Yayasan, Kelola Usaha Untuk Gerakan Sosial

Dengan semangat untuk bersama-sama membangun Bali, puluhan anak muda Bali menghimpun diri dalam Yayasan Dana Abadi Bali (YDAB). Yayasan ini dirikan awal tahun 2016 dengan jumlah anggota mencapai 60 orang, sebagian besar mahasiswa dari berbagai kampus.

 

Raka Prama Putra

YDAB memiliki misi mengajak generasi muda mengembangkan diri sesuai potensi masing-masing dan nantinya dipersembahkan untuk Bali. Saat ini YDAB memanajemen usaha Bakso Celeng. Tentunya dengan memanfaatkan anak muda Bali sebagai karyawannya. Di Denpasar, sebuah kedai Bakso Celeng sudah berjalan dengan lokasi di Jl. Nangka Selatan. Kedai ini juga melayani delivery (pengiriman). Setiap hari Minggu, car free day di Renon Bakso Celeng ini dapat ditemui di parkir timur Lapangan Puputan Renon.

Uniknya, di kedai Bakso Celeng ini memajang sejumlah kartu kelakar atau slogan sindiran berbahasa Bali. Dalam setiap kalimat sindiran itu selalu diakhiri dengan #lengeh celenge sehingga terkesan lucu. Beberapa kalimat yang dipasnag misalnya, De ngaku nak Bali yen sing bisa mebasa Bali #lengeh celenge, Ngorang Tri Hita Karana, nanging ngutang leluu di tukade #lengeh celenge, dan masih banyak lagi. Tentu saja sindiran-sindiran itu mengundang senyum para pengunjung yang tengah menikmati bakso celeng.

Sumber pendanaan dari usaha yang mereka kelola ini berasal dari beberapa investor sosial yang memiliki komitmen bersama YDAB membangun Bali. “Kami mengawalinya dengan mengembangkan Bakso Celeng yang awal didirikan di Singaraja. Pendirinya sudah berkomitmen memberikan hak kepada kami anak-anak muda mengembangkan usaha ini seluas-luasnya di luar Singaraja,” jelas pengurus YDAB, Ni Made Ari Setia Sunari Merta, Kamis (2/6).

Ke depan tidak saja Bakso Celeng, mereka juga akan memanajemen UKM Bali lainnya yang berpotensi untuk dikembangkan bersama-sama. Diharapkan nantinya tergabung dalam sebuah badan hukum Koperasi. Hasil keuntungan dari usaha yang dikelola anak-anak muda ini, 10 persennya adalah untuk YDAB.  Selanjutnya dana tersebut diperuntukkan program-program sosial terutama beasiswa bagi anak-anak Bali dari keluarga miskin.

Ketua YDAB, Wayan Suantika, menjelaskan sebagaimana nama yayasan ini, menurutnya memang Bali harus mulai memikirkan tentang dana abadi untuk mendukung pelestarian budaya Bali dan ketahanan krama Bali. Bagi YDAB, sumber daya manusia (SDM) adalah dana abadi Bali yang utama dan merupakan aset paling berharga.  Meskipun baru terbentuk beberapa bulan yayasan ini sudah mengadakan beberapa kegiatan dengan menggandeng berbagai lembaga/instansi.

Suantika menambahkan, YDAB dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan murni sebagai bentuk idealisme anak-anak muda menghadapi masa depan Bali. Ia menegaskan, yayasan ini tidak berafiliasi dengan partai politik. Namun demikian, YDAB terbuka menerima pembelajaran dari para tokoh-tokoh Bali. “Kami  berharap para tokoh Bali, penglingsir Bali, membagikan pengalaman dan pengetahuannya untuk kami anak-anak muda,” pungkas Suantika.***

© COPYRIGHT DANA ABADI BALI 2015